Langsung ke konten utama

Chapter 1 - Habits

There’s where a places of the heir to a metaphysical supply store must come to terms with the existence of modern witches. 

-

RETINA coklat gelap itu memperhatikan beberapa batang dupa baru yang susah payah telah dia pilih disematkan pada penyangga porselen dupa, aroma dari tanaman absin kini sedikit membuatnya tertarik untuk menyulut api kecil. Pahit dan menusuk, itu lebih baik dibandingkan aroma sintetis yang membawa bahan kimia tambahan agar dupa lebih mudah menyala atau mengeluarkan asap yang banyak. Bahan tersebut bahkan kerap kali menutupi aroma asli dan memberikan bau asap yang menyengat. Lalu buku jarinya telah mengikat celemek di tubuh bagian depannya dengan nama toko pasokan metafisika yang terpampang cukup apik di bordirannya. 

Pagi yang tepat untuk sebuah permainan di layar monitornya. Beranda Sonic the Hedgehog selalu menjadi hal yang tengah dinanti-nantikan. Pelanggan belum benar-benar datang dan menghancurkan suasana pagi yang masih sangat sejuk tidak membuatnya harus menghidupkan penghangat ruangan. Lalu, pria itu keluar dari ruang bawah tanah dengan sekardus botol kaca berisikan ramuan-ramuan yang hampir setiap pagi ditata rapi pada rak bagian ujung. Hampir dekat dengan mesin penjual otomatis. 

Dia masih menggunakan safety goggles dan jubah laboratorium putihnya belum ditanggalkan. Pria itu terlihat sedang sibuk berbincang dengan ibunya, wanita dengan surai pixie yang mulai beruban, iris biru itu terlihat sibuk menjelaskan beberapa kemungkinan yang membuat ramuan herbal bisa berfungsi bilamana mereka menggunakan mantra di penghujung pembuatannya. 

Larut dalam permainan, beberapa pelanggan telah masuk dan kebiasaannya untuk tidak menyapa pelanggan adalah hal wajar di mata Kim. Wanita tersebut mengabaikannya sepenuhnya dan membawa Julian untuk memperkenalkan isi tokonya. Tapi dia sedikit terganggu saat para kutu buku di dekat lorong rak pertama sesekali harus mengerling ke arahnya dan ketika Amani dengan gusar menoleh. Wanita dengan kacamata tebalnya itu terlihat memilah beberapa buku mantra. 

Dia menyentuh asal sembarang buku dan pilihannya jatuh pada karya Mary Shannon, itu hanya mengenai panduan praktis yang menggunakan praktik sihir untuk membantu pembaca menemukan pasangan ideal serta memperkuat hubungan yang sudah ada. Digadang-gadang menggunakan ilmu astrologi, numerologi, dan palmistri atau ramalan telapak tangan. Lengkapnya mereka bisa berisi berbagai macam mantra atau jimat, dan mojo untuk menarik cinta, bahkan menyegel hubungan baru, serta menjaga agar kasih sayang bertahan lama. 

Tapi dia terlihat ragu, buku jari lentik wanita itu terus mengabsen seluruh isi rak. Dia masih sering melihat Amani dari sudut matanya dan sesekali memperbaiki letak kacamatanya yang turun dari tulang hidungnya. Ini membuat permainannya kacau, gadis itu mendesis setelah melihat kegagalannya dan harus kehilangan hati. Dia menutup permainannya lalu menatap sayu ke arah wanita dengan surai jingga ikalnya yang dibiarkan tergerai bahkan hampir menutupi sebagian wajahnya yang mungil. 

Gadis itu membuka pintu meja kasirnya, dia berjalan mendekati area rak buku mantra dan mendapatkan tatapan waspada dari wanita kutu buku itu. Tatapan tidak suka tersebut seperti mengusiknya, ada bintik kecoklatan di wajahnya seperti saat musim panas tiba dan itu adalah rona wajah yang sangat manis. Seperti keik anggur yang menggoda dan sedikit asam karena ciri khasnya sendiri. 

Sedikit menyebalkan saat dia harus tetap memahami seluruh pengetahuan tentang kejadian perburuan penyihir Salem sekitar tahun 1692 hingga 1693. Dia harus semalaman mengetahui tentang rangkaian sidang dan eksekusi di Massachusetts, Amerika Serikat, yang didorong oleh histeria massa, ketakutan akan sihir, dan ketegangan agama dari beberapa tumpukan buku yang disimpan oleh Brian Cain di kamar pribadinya. 

Mereka hanya menjadikan toko pasokan metafisika ini adalah rumah keduanya sebagai sosok penyihir modern. Hampir tidak ada yang mengusik mereka dan kematian mereka ditemukan di kediaman pribadi mereka secara terpisah di malam Halloween. Jadi Amani cukup sabar dengan keadaannya, aroma familiar dupa yang menyebalkan itu sesekali menggerogoti ingatannya tentang rumah duka di Hanoi. 

Ayahnya adalah umat Buddhisme yang taat dalam beribadah, cukup yakin membuat putri kecilnya untuk selalu tinggal bersamanya hingga kepindahan mereka ke Salem. Itu setelah keputusan Kim, ketika suami wanita itu tutup usia dan saat itu adalah waktu sekolah menengah membuat putrinya harus menganut kepercayaan seperti ibunya dan menjadi umat kristus yang taat. Dia tidak bisa membiarkan ajaran penyihir modern itu mengganggunya dan memilih meletakkan lukisan ikon kecil atau tali doa di meja nakasnya. 

Semua lebih baik karena aroma absin, benar-benar meringankan kepalanya dan dia tidak berniat menjadi sesat. Namun pelanggannya itu sepertinya beberapa kali mencoba ramuan cinta, dan kelihatannya ini menggelikan. Dia harus melihat beberapa koleksi buku ramalan asmara, mungkin saja wanita itu menyiapkan beberapa ramuan herbal dan melafalkan mantra di balik punggung pria favoritnya. 

“Dengar, kau bisa ambil buku itu karena ada ritual untuk memikat hati pasangan. Harganya hanya, 14.99 dolar.” rencana bagus merekomendasikan buku mantra pada orang yang sedang dimabuk asmara. 

“Kau umat kristus!” dan itu teriakan yang bisa membuat gendang telinganya pecah. 

“Ya? Umat kristus ortodoks yang taat.” Amani mengernyit tidak suka, “Mungkin aku harus membuat pusat sudut doa di dekat lorong ruang rapat.” gumamnya pelan setelah membuang muka ke sembarang arah. Dia terlihat memikirkan rencananya dengan masak. 

Amani tidak benar-benar mempedulikan urusan pelanggannya, “Atau kau butuh garam mandi?” mereka punya Pure Magic Sweet Seduction Bath Salts, Gadis itu membawanya ke rak ramuan yang disana masih meninggalkan Julian dengan dua botol terakhirnya. “Garam mandi yang dirancang agar pelanggan merasa dikagumi dan dicintai.” pria disampingnya tersenyum setelah merapikan susunannya. Dia menoleh, menatap gadis dengan surai biru langit keabuannya dan iris coklat gelap itu terlihat kelelahan. 

“Tertarik?” godanya dengan nada yang sangat datar sehingga membuat pria berdarah Puerto Rico tersebut menahan tawanya. 

Wanita dengan kacamata tebalnya itu menggigit bibir bawahnya, dia mengeratkan pegangannya pada botol kaca tersebut. Lalu, dia sedikit memikirkan banyak hal jika sebenarnya itu akan efektif jika dia memiliki kekasih, karena ramuan tersebut disarankan agar digunakan saat berendam untuk membenamkan diri dalam energi magis, meningkatkan gairah, dan menghadirkan nuansa romantis yang kental. Tapi dia cukup sadar diri, membangkitkan gairah pada pria yang dia sukai. 

Sorot mata abu-abu itu terlihat mengerikan dan Amani tahu usaha kerasnya bertingkah baik hati karena merasa terganggu membuahkan hasil yang sangat manis. Ini seperti manggis yang masak dari pohonnya. Dia payah dalam membual tapi sepertinya itu kedengaran meyakinkan. 

-

Tanda tutup masih terpasang, dan tirai plastik gulung berwarna putih itu masih mengisolasi mereka dari pejalan kaki yang berlalu-lalang di trotoar. Namun keributan kecil terdengar di pintu masuk toko, dan itu membawa gadis yang menggunakan sandal selop rumahannya menuruni anak tangga. Wajahnya terlihat pucat pasi dan surai biru keabuannya sangat kusut, dahinya mengerut seperti tidak ada hari tanpa keluhan bahkan aroma dupa itu membuat lehernya kencang. 

Hanya karena pria pemasok yang selalu membuat seluruh isi hunian mereka pecah. Dia cukup menggelikan untuk berlarian di antara terowongan berhantu ketika melakukan transaksi jual-beli barang magis. Perutnya seperti bola dan sangat bulat, matanya keabu-abuan dengan suara menggelegar dia hampir membangunkan seluruh isi rumah. Belakangan ini pria itu antusias dengan keberadaan Julian, dan Carlo Paolozza sekarang sedang menahan pintu utama ketika mereka memasukkan beberapa peralatan sains milik Julian. 

Kim memberikan ruangan bawah tanah sebagai alternatif ruangan laboratorium dadakan pria itu dalam melakukan pengujiannya. Namun Kim memintanya membuat ramuan, bukannya mencari tahu ramuan herbal apa yang memiliki mikroba. Seharian kemarin mereka membawa beberapa peralatan ringan laboratorium pribadi Julian ke ruangan bawah tanah seperti akan melakukan bongkar pasang. 

Seperti alu dan lumpang yang seringkali digunakan untuk menghaluskan bahan kering menjadi serbuk. Kali ini dengan tenaga lebih mereka membawa Biosafety Cabinet atau Fume Hood, sebuah lemari besar dengan sistem filtrasi udara khusus untuk bekerja dengan zat berbahaya atau bakteri. Itu tidak benar-benar besar tapi itu sedikit merepotkan saat mereka akan membawanya ke ruangan bawah tanah. 

Hanya saja, Kim terlalu percaya pada Julian. Pria yang sangat rasional untuk mengidentifikasi bagaimana cara kerja ramuan herbal dan murni sampai bisa membuat seseorang terhipnotis. Namun dia adalah hal asing, Julian selalu bertingkah aneh dan belakangan perutnya selalu menggelitik. Seperti asam lambungnya sedang naik dan dia ingin memuntahkan isi perutnya. Wajahnya selalu terasa panas, dan ini adalah musim gugur. 

Ada percikan asing ketika dia mencium aroma apel hijau yang bercampur jahe dan sedikit aneh dengan rempah, seperti bergamot mungkin untuk memberikan kesan segar, manis, dan sedikit pedas. Tapi sebelum dia benar-benar membuka pintu ruangan bawah tanah, aroma yang tertinggal adalah sage, bercampur dengan juniper berries, dan geranium seperti memberikan aroma herbal yang bersih mirip sabun mandi mewah. Bahkan ketika pria itu telah pergi sisa aroma amberwood, tonka bean, cedar, dan vetiver jelas memberikan dasar yang hangat, maskulin, sekaligus tahan lama. Itu membuatnya membeku di anak tangga terakhir sebelum mengintip tangan pria itu yang menutup pintu di ubin kayu berpernis tersebut. 

Mungkin ini adalah bagaimana Julian menyukai Yves Saint Laurent Y Eau de Parfum. Dia hanya sedikit canggung dengan keramah-tamahannya, kadang kala mereka hanya membicarakan hal tentang stok barang. Pria itu tidak bertanya banyak dan berperan cukup apik dalam mengelola pasokan barang. 

“Lục,” dia merasakan bulu kuduknya meremang, gadis itu berbalik dan dia mendapati Julian yang tengah menyiapkan sarung tangan sterilnya diantara saku jas laboratoriumnya. 

“Apa?” dan itu kedengaran menyebalkan karena dia ketus. Mungkin karena pria itu memanggilnya dengan sopan. 

“Ama, maaf. Tapi aku butuh bantuanmu dengan beberapa rekomendasi ramuan herbal.” tuturnya sembari tersenyum. 

“Ju, masalahnya kau tidak harus meneliti bagaimana mereka bekerja. Ibuku menjelaskan bukan?” dia masih ingat ibunya menegaskan bagaimana semua ramuan itu bekerja karena serangkaian ritual. 

“Kau tahu,” Julian menjilat bibir bawahnya yang terasa kering, “Aku juga umat kristus yang taat.” dan dia pernah dengan lancangnya melihat tato salib di antara lengan dan bahunya. Mereka tidak bisa mengabaikannya begitu saja, Julian bahkan melakukan sembahyang setiap Minggu pagi. Amani tidak benar-benar tahu, namun dia pikir pria itu mungkin seorang protestan. 

“Baiklah, tanpa mantra.” mereka mungkin akan sedikit memiliki pemikiran yang serupa. 

Ini sedikit wajar, bagi seorang Ilmuwan Sains, dia lelaki yang sangat berambisi untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan semacam seseorang bisa sehat tanpa harus pergi ke tempat bedah saraf setelah mengalami kerusakan jaringan saraf. Setelah mereka mengalami kecelakaan atau beberapa penyakit kronis tidak harus menemui dokter spesialis. 

Itu sangat mengerikan, bahkan dengan perspektif konyol untuk memikat lawan jenis dengan ramuan herbal sangat mustahil. Tapi tetap saja, Amani pikir dia hanya harus memberitahu beberapa ramuan herbal, Julian memintanya masuk terlebih dahulu. Dia membuatnya sedikit janggal, dan setelah pintu ruang bawah tanah tertutup lampu yang terang membuat penglihatannya sedikit kontras. 


▪▪▪

Glossary; Mojo berarti kantong jimat. 14.99 dolar sama dengan 258.501,31 rupiah. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Friday Call'in - Attention

A first book by Strawth Berries , with the title Friday Call'in . © 2026.  - Daftar Pustaka;  site; Hex: Old World Witchery/hexwitch.com.  site; Wikipedia/id.wikipedia.org. site; FLASHCORE/flashcore.co.id. Jonathan Black, © 2007, The Secret History of the World, written in English by Mark Booth, Published by Quercus Publishing in the UK.  site; Yelp/m.yelp.com site; June Andrea, blogger, © 2026, Next Smart Ship, Everything You Should Know About Manufacturer Vs Supplier, nextsmartship.com.  site; Alodokter/alodokter.com.  site; Tod Perry, blogger, © 2025, Fall is the best-smelling season. Naturalists reveal why it’s such a delight for the sense, upworthy.com.  site; Charu Perfumery House, blog, © 2025, The Science Behind Why Some Incense Sticks Don’t Smell Good, charustore.com.  site; Mary Shannon, blog of Adams Media Corporation, © 2010, The Witch's Book of Love: Hundreds of Magical Ways to Attract and Strengthen Love, alinono.az.com.  site; ...

Chapter 9 - Misfortune

There’s where a places of the heir to a metaphysical supply store must come to terms with the existence of modern witches. - SAAT retina coklat gelap gadis itu membuat pupilnya melebar, dia merunduk di antara batu ampar yang berwarna jingga memenuhi Essex Street dimana para turis masih merasakan sensasi jejak Halloween sebulan lalu. Akhir November sangat dingin, dan Jumat pagi ini juga dia baru kembali dari pemakaman Greenlawn Cemetery. Tersangkut di jalanan setapak dengan seekor kucing hitam kecil yang memburu tikus yang tidak kalah kecil.   Membuatnya mengamati secara dekat, dan tikus itu terlihat sedikit berisi dengan perut besarnya. Dia mungkin memakan banyak malam ini, dan mungkin karena beberapa kali kucing takut dengan tikus. Mereka seperti hanya membutuhkan teman bermain namun tikus kali ini terlihat emosional dimata Amani. Dia mulai merasakan rintik hujan menerpa kepalanya dan itu membuat mereka pergi ke gang sempit di dekat ruko-ruko.  Hela napasnya terdengar sayup...

Chapter 10 - Exhaustive

There’s where a places of the heir to a metaphysical supply store must come to terms with the existence of modern witches. - JENDELA dengan gorden putih berenda itu tertiup angin segar embun esok hari, bohlam jingga kamarnya telah padam saat itu. Haya sorot kecil dari lampu jalanan nampaknya remang-remang. Dia masih mencium aroma musim gugur, tapi beberapa waktu lalu aroma itu diselimuti dengan wangi herbal yang maskulin muncul dari sage, juniper berries , dan geranium. Itu membuatnya merasakan kantuk semakin dalam, dia tidak ingin bangun dan teringat kejadian kemarin.  Julian selalu meninggalkan kesan hangat dan elegan dari amberwood , tonka bean , atau cedar, dan vetiver , maupun olibanum . Tangan yang sesekali mengusap ubun kepalanya pada akhirnya membuat Amani membuka kelopak matanya. Dia menatap pria bersurai afro itu dengan lelah, sedari awal Julian ingin Amani yang membicarakan seluruh bebannya dengan tuntas.  Ada percikan kecil ketika rasa yang lama telah sirna hidup ...