Langsung ke konten utama

Chapter 5 - HexFest Orleans

There’s where a places of the heir to a metaphysical supply store must come to terms with the existence of modern witches. 


-

INI adalah tengah malam dimana suhu udara di New Orleans semakin turun. Pagi ini dia akan mulai membantu dalam acara HexFest, dan gadis itu sedikit kesulitan tidur dengan memilih menyambah toko pasokan metafisika. Konsep yang masih sama seperti toko yang dijalankan oleh Kim, mereka memiliki tempat istirahat kedua setelah rumah. Emily selalu memilih pulang ke manornya dan dia menyerahkan kunci toko pada putri rekannya untuk acara besok. Itu adalah pemanfaatan fasilitas, menginap gratis setelah wanita tersebut menawarkan fasilitas di hotel terdekat. 

Amani memaksa Julian untuk tinggal di toko setelah dia tergiur dengan buku Green Witchcraft. Namun akhirnya mereka memilih beristirahat dan mengabaikan isi buku itu, kecuali gadis yang kini kembali duduk di depan rak buku mantra dan membaca beberapa panduan mengenai penggunaan tanaman dan herbal dalam ritual serta pembuatan ramuan untuk tujuan magis. Julian menyukai kasus ini dan dia juga mulai penasaran. Bagian menarik lainnya adalah pembacaan daun teh. 

Dengan piyama katun panjang, kaki telanjangnya mulai terasa dingin tidak membuatnya merasa kantuk akan tiba setelah dia membaca buku di samping pilar besar. Gadis itu juga membaca bagaimana manusia yang memiliki hubungan dengan makhluk alam seperti Ann Moura yang menekankan bahwa peri atau Fae, seperti Nature Spirits adalah penjaga elemen alam. Mereka harus memberikan sebuah sesaji seperti meninggalkan persembahan kecil semacam semangkuk susu, madu, atau sedikit sereal di taman sebagai bentuk rasa hormat dan cara mengundang energi positif mereka ke lingkungan rumah. 

Dia mendesah gagal paham, ini bukan sebuah alasan bagaimana penyihir memiliki kekuatan murni dari alam. Tapi itu adalah makhluk alam yang disebut sebagai iblis, dia pikir pada akhirnya semua berakhir di jalan yang sama. Buku jari itu menutup bukunya, dia tidak harus mengingatkan Julian tentang cara membuat ramuan herbal. 

Lagi pula Julian tidak akan bertingkah seperti melakukan proses pemanenan yang etis semacam sebelum memetik, praktisi berkomunikasi secara batin dengan tanaman tersebut, menjelaskan mengapa bagian tubuhnya dibutuhkan atau menjelaskan jika tidak hanya mengambil, tapi juga memberi seperti menyiram air atau memberikan pupuk sebagai tanda terima kasih. Maksudnya, ini hal yang sebenarnya normal memberi dan menerima sebagai makhluk hidup tapi tidak bagaimana pria berdarah Puerto Rico tersebut berbicara di hadapan tanaman. 

Mungkin bisa, karena dia Ilmuwan Sains hanya saja apa dia akan melakukan tindakan semacam memperhatikan fase bulan. Misalnya, memetik herbal untuk menarik sesuatu dengan cinta, dan uang harus dilakukan saat bulan membesar. Julian besar di Las Vegas, Nevada dan dia memiliki hunian tetap di Ascaya jadi kedengarannya sulit dipercaya jika dia harus melakukan hal itu untuk materi. Dia juga tidak mungkin mempraktekkan beberapa cara mengolah herbal untuk tujuan spiritual. 

Dengan infusi teh magis, selagi menyeduh herbal sambil memfokuskan niat ke dalam air. Karena air dianggap sebagai penghantar energi yang kuat, atau merendam herbal dalam minyak zaitun maupun minyak bunga matahari selama beberapa minggu. Hanya karena minyak ini digunakan untuk mengolesi lilin, alat ritual, atau titik nadi tubuh agar niat menempel. Julian juga tidak akan sudi membakar campuran herbal kering di atas arang. Hanya karena asap yang dihasilkan dipercaya membawa doa atau niat ke alam semesta. 

Amani mengerut ketika membayangkan pria rasional itu sedang mengisi bantal kecil dengan herbal seperti Mugwort atau Chamomile untuk menginduksi mimpi yang memberikan petunjuk atau sekadar istirahat total. Gadis itu benar-benar gagal paham dengan rasa penasarannya selama ini. Dia hanya harus memaksa dirinya tidur dengan benar, walau pada akhirnya dia hanya memandangi plafon kamarnya. 

Ama?” gadis itu melihat pria berdarah Puerto Rico tersebut yang baru turun dari anak tangga. 

Suara bass pria itu membuat bulu kuduknya meremang. Kulit eksotis Julian yang khas, dengan bibir penuh dan tatapan sayu dari iris coklat benerangnya nampak sangat sensual. Ada gemericik asing yang mengganggu dadanya, perutnya terasa melilit dan dia ingin pergi ke toilet. Tidak juga, rasanya sangat panas dan mendidih. Membuatnya benar-benar berpikiran melalang-buana. 

Tanpa sadar dia melangkah mundur dan Julian mengerling, Amani membuang muka karena wajahnya sangat mendidih. Dia hanya sedikit malu tanpa alasan, telinganya terasa bedenging. “Kau bangun terlalu pagi.” dia melihat jam pendulum tinggi itu masih menunjukkan pukul dua dini hari. Mungkin suhu udara pagi ini berkisar di antara 15 hingga 18° celsius, tapi mereka tak harus merasa panik ketika Frenchmen Street atau Marigny di pusatnya musik live jazz dan brass band yang lebih autentik itu semacam tempat Snug Harbor atau Blue Nile masih aktif hingga mentari menampakkan sedikit saja sinarnya. 

Jika Bourbon Street selalu aktif, setidaknya di Decatur Street juga tetap terdapat lalu-lalang manusia. “Merasa antusias mungkin?" pria itu tersenyum. Amani merasa jantungnya lepas dari dada dan jatuh ke usus besarnya, dia menggigit bibir bawahnya lalu menggeleng. 

"Tidak, tidak. Maksudku aku membaca Green Witchcraft lagi dan kupikir itu terlalu magis.” dia mendesis, "Jangan melanjutkan hal konyol itu lagi.” padahal dia yang berniat melakukan pemesanan melalui Carlo. 

"Ya? Baiklah, jadi sekarang kau harus istirahat.” dia mendorong tubuh gadis itu dan membawanya kembali ke kamar Amani. Lalu membukakan pintu kamarnya dengan perlahan dan membawanya masuk untuk membantunya tidur lagi ke ranjangnya. 

Dia menata selimutnya dan duduk di tepi ranjang sembari merapikan surai biru keabuannya yang berantakan. Gadis itu tidak pernah membayangkan Julian adalah pria yang akan memperlakukan seseorang seperti sekarang, ini sangat berlebihan. Dia harus memastikan detak jantungnya normal atau mungkin Amani terus beranggapan dia memiliki kelainan jantung. Tapi saat pria itu mengusap pelipisnya dan rasanya sangat hangat, dia mulai merasakan kantuk yang tengah menjemputnya. 

-

Tepat pada pembukaan acara HexFest, yang dilakukan selama tiga hari beruntun. Emily sebagai pelaksana utama dengan bantuan para pekerja toko pasokan metafisika maupun pekerja dari toko utama di kota Salem yang membantunya. Mereka memulainya pada hari Jumat, hari mengerikan bagi Amani dan dia tidak akan memikirkan bagaimana Kim berkunjung ke pemakaman itu lagi. Karena dia menjadi seorang pengurus acara besar di New Orleans. Mereka harus datang pada pukul lima hingga sekitar pukul enam siang, Lalu berkumpul di dermaga Creole Queen, 1 Poydras Street untuk pengambilan tiket dan naik ke kapal. 

Dilanjutkan makan malam prasmanan selagi berlayar menyusuri Sungai Mississippi, dan itu memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbaur dengan para pembicara festival. Seperti Emily yang nampak sangat sibuk dengan berbagai urusan. Tidak lama mereka akan mulai melakukan pembukaan yang dipimpin oleh Emily untuk menghormati roh-roh New Orleans dan Voodoo Queen, Marie Laveau yang diiringi oleh perkusi dari Dragon Ritual Drummers. 

Sebenarnya di hari pertama mereka tidak setegang itu. Dia bisa mendengarkan ketika wanita itu bersama praktisi okultisme lainya yang sedang memberkati acara dan memanggil energi atau leluhur di sepanjang Sungai Mississippi. Tidak lama mereka akan menikmati hidangan yang disajikan semacam Creole atau Cajun New Orleans, seperti jambalaya atau gumbo yang dinikmati sambil berlayar. 

Beberapa orang terlihat mulai melakukan sosialisasi, berkenalan dan berbagi pengalaman sebelum lokakarya yang dimulai di hotel keesokan harinya. Tidak dengan Amani, yang merasa acara hari pertama berjalan lancar dan memilih untuk menikmati kapal yang menyusuri sungai, memberikannya sebuah pemandangan cakrawala French Quarter dan tepi sungai New Orleans di malam hari. 

Tidak seburuk itu, dia memang tidak menyukai jika mereka terus mengambinghitamkan fakta bila praktik sihir bisa sangat alami. Hanya saja, itu tetap terasa asing. Dia benci ketika ibunya memintanya untuk andil dalam dunia tersebut dan Jumat itu adalah tangisan Kim yang terlihat tidak kalah hancur seperti kepergian ayahnya. Mereka adalah dua sahabat dekatnya, dan gadis itu canggung dengan keadaannya. 

Julian yang masih berdiri di bagian dalam mendengar salah satu momen ketika musik yang kedengaran spesifik adalah sebuah nyanyian atau lagu yang dipersembahkan untuk Marie Laveau, dia Ratu Voodoo New Orleans dan akan sangat wajar bila mereka menghargainya. 

Musik yang dimainkan cenderung berupa ritme drum ritualistik yang dirancang untuk mendukung invocations, atau pemanggilan roh-roh pelindung New Orleans dan roh sungai Mississippi. Pria itu mengedarkan pandangannya, dia mendapati Amani yang sedang berdiri di dekat pembatas kapal. 

Angin malam yang menerpa surai biru keabuannya, dan kulit pucatnya terlihat mengerikan saat kedinginan. Dia memiliki kantung mata yang lebar, dan bibir kering tanpa olesan lip balm. Ada ciri khas dimana gadis itu seperti hal aneh dan lain, dia selalu terlihat kasual namun mengerikan dalam waktu bersamaan dan Julian tidak tahu jika dia akan berdiri di sampingnya dan mengamati gadis itu dengan serakah. Tatapan sayu itu membuat gadis tersebut merasa sangat gelisah. 

“Besok, kita akan ke Bourbon Orleans Hotel, salah satu hotel paling berhantu di New Orleans.” gadis itu menggumam, “Kudengar workshopnya akan dibagi pagi dan sore.” dia menoleh, mendapati Julian yang sangat rupawan dengan surai afronya. Itu adalah ciri khasnya dan Amani terlalu menyukai segala hal tentang Julian untuk menjadi objek pemandangannya. 

“Apa pembahasannya besok?” pria itu hanya merasa nyaman ketika harus melihat gadis tersebut. 

"Salah satunya ada pembahasan Rootwork dan tradisi sihir rakyat." dia teringat dengan buku Green Witchcraft dan itu membuatnya mengernyit. 

“Itu mengingatkanku dengan korespondensi magis, tentang sifat energi tanaman.” Julian mengingat karya Ann Moura. 

“Oh, tidak Ju!" dia mengeluh dan membuang muka, membuat pria tersebut terkekeh. 

Amani tidak pernah terlihat merubah raut wajahnya dengan benar-benar kontras, jika dia emosi kerutan di dahinya adalah salah satu cirinya. Jika dia merasa senang wajah Asia Tenggara itu tetap terlihat dingin seperti manusia tak berperasaan dan Kim mengatakan itu terjadi setelah beberapa tahun lalu. Dia tidak bertanya banyak hal, bukan karena kesalahan ayahnya yang pergi. 

Ada beberapa hal yang kelihatannya membuat gadis itu lepas dari sosial media dan tidak menggunakan aplikasi sewajarnya orang pada umumnya. Dia meminta ibunya sendiri menghubunginya dari panggilan nomor seluler secara normal atau hanya memanfaatkan fungsi gmail. Itu sedikit disayangkan, Julian ingin tahu lebih tentang Amani. 

▪▪▪


Glossary; Fae juga sama dengan istilah yang merujuk pada makhluk mitologi atau cerita rakyat Eropa seperti peri, kurcaci, dan entitas supernatural lainnya. 



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Friday Call'in - Attention

A first book by Strawth Berries , with the title Friday Call'in . © 2026.  - Daftar Pustaka;  site; Hex: Old World Witchery/hexwitch.com.  site; Wikipedia/id.wikipedia.org. site; FLASHCORE/flashcore.co.id. Jonathan Black, © 2007, The Secret History of the World, written in English by Mark Booth, Published by Quercus Publishing in the UK.  site; Yelp/m.yelp.com site; June Andrea, blogger, © 2026, Next Smart Ship, Everything You Should Know About Manufacturer Vs Supplier, nextsmartship.com.  site; Alodokter/alodokter.com.  site; Tod Perry, blogger, © 2025, Fall is the best-smelling season. Naturalists reveal why it’s such a delight for the sense, upworthy.com.  site; Charu Perfumery House, blog, © 2025, The Science Behind Why Some Incense Sticks Don’t Smell Good, charustore.com.  site; Mary Shannon, blog of Adams Media Corporation, © 2010, The Witch's Book of Love: Hundreds of Magical Ways to Attract and Strengthen Love, alinono.az.com.  site; ...

Chapter 9 - Misfortune

There’s where a places of the heir to a metaphysical supply store must come to terms with the existence of modern witches. - SAAT retina coklat gelap gadis itu membuat pupilnya melebar, dia merunduk di antara batu ampar yang berwarna jingga memenuhi Essex Street dimana para turis masih merasakan sensasi jejak Halloween sebulan lalu. Akhir November sangat dingin, dan Jumat pagi ini juga dia baru kembali dari pemakaman Greenlawn Cemetery. Tersangkut di jalanan setapak dengan seekor kucing hitam kecil yang memburu tikus yang tidak kalah kecil.   Membuatnya mengamati secara dekat, dan tikus itu terlihat sedikit berisi dengan perut besarnya. Dia mungkin memakan banyak malam ini, dan mungkin karena beberapa kali kucing takut dengan tikus. Mereka seperti hanya membutuhkan teman bermain namun tikus kali ini terlihat emosional dimata Amani. Dia mulai merasakan rintik hujan menerpa kepalanya dan itu membuat mereka pergi ke gang sempit di dekat ruko-ruko.  Hela napasnya terdengar sayup...

Chapter 10 - Exhaustive

There’s where a places of the heir to a metaphysical supply store must come to terms with the existence of modern witches. - JENDELA dengan gorden putih berenda itu tertiup angin segar embun esok hari, bohlam jingga kamarnya telah padam saat itu. Haya sorot kecil dari lampu jalanan nampaknya remang-remang. Dia masih mencium aroma musim gugur, tapi beberapa waktu lalu aroma itu diselimuti dengan wangi herbal yang maskulin muncul dari sage, juniper berries , dan geranium. Itu membuatnya merasakan kantuk semakin dalam, dia tidak ingin bangun dan teringat kejadian kemarin.  Julian selalu meninggalkan kesan hangat dan elegan dari amberwood , tonka bean , atau cedar, dan vetiver , maupun olibanum . Tangan yang sesekali mengusap ubun kepalanya pada akhirnya membuat Amani membuka kelopak matanya. Dia menatap pria bersurai afro itu dengan lelah, sedari awal Julian ingin Amani yang membicarakan seluruh bebannya dengan tuntas.  Ada percikan kecil ketika rasa yang lama telah sirna hidup ...