There’s where a places of the heir to a metaphysical supply store must come to terms with the existence of modern witches.
-
DIA harus mengingat jika beberapa hari lagi adalah Halloween yang sangat dibenci namun dengan ingatan itu membawanya pada sebuah perkataan jika pergi ke tempat peristirahatan terakhir dengan buket gladiol adalah kewajiban. Bilamana dia merasa itu adalah hal yang sangat penting dan pria berdarah Puerto Rico tersebut sedang bersimpuh di pemakaman dengan bunga berwarna putih tersebut.
Waktu itu ibunya mengatakan jika dia mengunjungi seseorang yang sangat dihormati, gladiol adalah bunga paling cocok. Dengan rasa duka cita yang dipenuhi oleh integritas moral, melambangkan kekuatan karakter atau ketulusan telah membawanya pada keberanian tersebut. Pria tersebut terlihat kecil di balik nisan tersebut. Dengan pohon chaste sebagai peneduhnya, dahannya yang berbentuk seperti jari tangan dengan warna abu-abu kehijauan tidak mengalami perubahan warna yang mencolok, semacam menjadi merah maupun kuning terang sebelum rontok. Daun-daun tersebut akan perlahan mengering dan gugur saat suhu mulai mendingin, seperti sekarang dan bunga berwarna ungu atau lavender hingga awal musim gugur membuatnya terlihat asing namun cantik sebelum musim dingin tiba.
Amani menyukai bagaimana chaste memiliki buah kecil berbentuk bulat yang berwarna coklat kehitaman. Buah-buah itu menetap di batang pohon dan memberikan tekstur visual tambahan setelah bunganya hilang. Karena ketika musim dingin pohon itu akan sedikit terbuka karena dahan yang berguguran, dan jika dia sekarang terlihat menyukai pemandangan ini. Gadis tersebut adalah manusia kejam yang melihat punggung pria di hadapannya bergetar dengan rasa takjub.
Dia tidak bisa takjub dengan Palm Eastern Mortuary and Cemetery di Las Vegas yang merupakan kompleks pemakaman dan rumah duka seluas lebih dari 40 hektar jelas telah melayani masyarakat sejak tahun 1972 tersebut. Tempat yang digadang-gadang sebagai salah satu pemakaman paling indah di wilayah tersebut dengan berbagai taman tematik dan fasilitas modern. Bersama fasilitas lainnya seperti kapel di lokasi, kolam air mancur, dan area parkir yang luas tadi membuatnya beranggapan jika Julian adalah hal asing di Las Vegas baginya.
Gadis itu berjalan ragu mendekat, dia tidak nyaman ketika harus mengabaikan pria itu jelas-jelas masih berkabung. Dia mendengar suara serak basahnya yang kacau, dan Amani mendekapnya sangat erat. Itu hanya ucapan rindu semata dimana seorang putra mengatakan hidupnya belakangan ini sudah sangat bagus.
Hanya saja Julian tetap manusia, mungkin sesuatu seperti ini akan memberatkan. Selama beberapa bulan belakangan dia tidak berpikir bisa pergi ke Hanoi dan melakukan hal seperti Julian. Dia hanya ingin melihat pria itu melepaskan rasa letihnya selama ini. Saat Amani melepas pelukannya lalu menghapus jejak sisa air matanya, dia melihat iris coklat gelap sayu di hadapannya dengan dahi yang mengerut.
“Pria Las Vegas Strip tidak mungkin terlihat sekacau ini?” dia menepuk pipi pria tersebut perlahan dan Julian tertawa sembari menautkan jemarinya diantara tangan gadis itu ketika menangkup wajahnya.
"Tidak Ama, kau tahu aku bukan salah satu pria yang akan menjajakan dolarku ke sebuah kasino atau berurusan dengan mafia sialan disana." dan gadis itu menarik sudut bibirnya. Julian melihatnya, dia melihat gadis Hanoi yang setengah campuran Portland itu hampir benar-benar tersenyum. Dia nyaman saat tangan mereka saling terhubung dan rasa hangat suhu tangan gadis itu tidak seperti biasanya yang berkeringat dingin.
Amani hanya merasa otot wajahnya jadi kaku karena harus menarik sudut bibirnya. Gadis itu mengedipkan kelopak matanya beberapa kali, dia menarik tangannya dan mengangguk.
“Ya, kupikir kau akan bersangkutan dengan politik jika tidak?" duga Amani yang kini beranjak dan mengulurkan tangannya untuk membantu Julian berdiri.
“Kadang kala. Itu yang membuatku kaya kau tahu? Mereka butuh Ilmuwan untuk subjek penemuan hewan yang hampir punah dan kepastian fosil." karena pemerintahan terkadang menemukan beberapa ahli fisikawan dan para dokter di bidangnya. Julian akan ikut andil dalam pemeriksaan beberapa penemuan zat kimia berbahaya lainnya juga.
Tapi setelah dia memutuskan tinggal di Salem, waktunya sangat padat. Jam tidurnya juga kacau karena semuanya hampir melalui daring, mereka berjalan beriringan. Melewati beberapa taman dan kembali pada parkiran. "Atau kau berniat melihat air mancur Bellagio, pertunjukan sirkus mungkin?” Julian membual, dan itu terdengar menyebalkan.
“Daripada hanyut dengan kota dimana kau besar, maksudku Ju. Dengar, kau pikir aku tertarik untuk tidur dengan sembarangan orang dan mabuk?" dia hampir terdengar seperti wanita paruh baya di sebuah suku pedalaman. Julian tertawa setelah menghidupkan mesin mobilnya dan menginjak pedal gasnya.
“Maaf, aku tahu kau hanya gadis yang membosankan?" Amani mengatup saat mendengar kalimat yang Julian gumamkan, “Maksudku, kau menarik bagiku. Mereka bisa menjual tubuhnya padaku, tapi mendapat perhatianmu rasanya lebih sulit dibanding mengupas tuntas fenomena psikologis seperti déjà vu.” keluh Julian pada akhirnya.
Gadis itu membuang muka ke luar jendela, dia merasakan telinganya sangat panas dan mulai berdenging. Ini mengerikan ketika dia kesulitan mengatakan sesuatu yang terasa asing, dan rasanya asam lambungnya akan segera naik sehingga seluruh sarapannya bisa dia muntahkan.
"Ju, kau membuat perutku melilit. Jika kau terus membual, asam lambungku bisa naik dan wajahku akan meledak." pria itu menepikan mobilnya, dia menarik napas panjang. Mendengar Amani secara tidak langsung telah mengungkapkan isi hatinya dan Julian tidak pernah berpikir gadis itu bisa merasakan hal semacam ini.
“Itu bahaya, tidak. Maksudku secara kesehatan, tapi secara rasa sebenarnya aku bisa sama tidak rasionalnya denganmu.” Julian menjelaskan.
Pria itu menoleh, dia masih melihat Amani yang tidak sudi menatapnya dan terus melihat ke luar jendela. Sampai pria tersebut meraih kedua sisi pundaknya lalu menangkup wajah Amani, "Aku menyukaimu, aku ingin kau tinggal bersamaku setiap waktu, aku ingin tahu banyak hal tentangmu walaupun kau pernah menjadi penganut okultisme." gadis itu tersenyum. Dia mengerling sekejap ke arah kaca spion tengah, dan dia melihat Julian yang menatapnya dengan tatapan berbinar.
“Tapi kau tahu aku umat kristus yang sama taatnya denganmu?” dan dia bahkan tetap melakukan sembahyang diantara puncak festival HexFest hari Minggu kemarin.
“God, tentu. Hanya lakukan jika kau tidak keberatan.” Julian kedengaran memaksa tapi gadis itu mengangguk, dia tidak merasa dipaksa dalam sebuah hubungan mereka yang berkembang terlalu pesat.
"Kita lakukan.” putus Amani setelah dia berpikir jika semua tidak akan seburuk bayangannya. Julian memeluknya, pria tersebut hanya merasa jika gadis tersebut adalah hal yang semakin menjadi sesuatu seperti prioritas. Sesuatu yang berharga dan membuatnya tidak mempermasalahkan untuk mengunjungi Las Vegas atau membagi waktu tidurnya yang kacau.
Ini adalah hal baru bagi Amani, dia tidak berpikir ucapan ayahnya untuk melihat putrinya berkencan akan menimpanya begitu saja. Dia tidak tahu jika Julian adalah sesuatu yang sulit dikendalikan dengan benar seperti dia yang membatasi para penyihir modern itu untuk tak masuk dalam ranah kepercayaannya pada tuhannya. Julian adalah kasus asing yang sangat membekas.
-
Saat itu Hex Old World Witchery sangat sibuk, dengan suara saluran radio sedang menyiarkan pesan kota sudah penuh, jika kerumunan kini mencapai tingkat yang berbahaya, serta memberikan instruksi arah dari polisi setempat. Mereka juga mengabarkan jika informasi terkait cuaca, titik temu anak hilang, dan lokasi pertolongan medis di tengah lautan massa akan dibahas melalui beberapa saluran radio nasional juga.
Lalu itu juga adalah puncaknya Festival of the Dead, tepat pada tanggal 31 Oktober acara dimulai dengan The Salem Witches' Magic Circle dari pukul lima senja hingga enam sore yang berlokasi di Salem Common, sebuah ritual sakral yang terbuka untuk umum dan gratis. Para penyihir dari seluruh dunia berkumpul untuk merayakan Samhain, melakukan ritual pemanggilan roh, dan menghormati orang-orang terkasih yang telah meninggal di malam saat tabir antara dua dunia dianggap paling tipis. Sejujurnya gadis tersebut tidak suka dengan hal semacam ini namun Kim terlihat menyukainya.
Setiap rapalan mantra yang terdengar menggema, atau ketika mereka menggunakan media pendukung, penggunaan dupa, musik ritmis, dan tarian digunakan untuk menginduksi kondisi trans terasa sangat mengganggu. Tapi itu hampir terlihat seperti parade festival budaya bagi turis. Ini keluar dari bagaimana sihir putih berguna di mata awam.
Lalu ketika seseorang bertindak sebagai medium untuk menyampaikan pesan dari roh leluhur kepada keluarga yang masih hidup. Mereka merekamnya, Julian sedikit medekat di samping Amani dan menunjukkan bagaimana para medium itu mulai bertindak asing, festival kali ini menggunakan teknik adorcisme, yaitu proses mengintegrasikan atau mendamaikan roh yang masuk agar memberikan berkat atau penyembuhan.
Tidak lama Kim memintanya untuk segera menghubungi pihak hotel untuk acara selanjutnya. The Official Salem Witches' Halloween Ball yang dimulai setengah tujuh, tepatnya di Hawthorne Hotel, dimana sebuah pesta kostum dewasa yang memadukan hiburan dengan ritual magis. Carlo mengingatkannya untuk ikut dengan festival kostum, pria itu sempat berniat melepas tugasnya sebagai penyedia barang karena tergiur dengan kompetisi kostum dengan hadiah tunai mencapai 1,000 dolar.
Ini adalah puncaknya dan di dalam Hawthorne Hotel sangat ricuh, mereka tidak luput dengan musik live dan pertunjukan laser, atau bagaimana pembacaan psikis yang dilakukan secara sukarela dari para penyihir modern sebagai batuan acara tambahan dan juga ritual penyihir untuk menyambut tahun baru, Samhain. Mereka para penyihir modern yang melakukan pemanggilan energi dari empat arah mata angin Utara, Timur, Selatan, dan Barat serta elemen-elemen alam seperti tanah, udara, api, dan air untuk menciptakan ruang suci yang terlindungi terlihat mulai serius.
Rekaman yang dilakukan Julian terlihat kacau, dan Amani sedikit berjinjit sebelum pria itu menunduk dan menunjukkan gambarnya. Julian menggunakan Canon EOS R6 Mark II, dan kamera pria itu mendukung rekaman dengan ketajaman gambar 4K dipadu kehalusan gerak mencapai 60p tanpa crop, atau oversampled dari 6K dan mampu merekam untuk mengirimkan data mentah dengan resolusi penuh 6K ke alat perekam eksternal melalui external recorder. Jadi dia memiliki sebuah fitur subject tracking yang sangat lengket. Sekali pria itu mengunci fokus pada satu orang, kamera akan terus mengikuti wajah dan matanya meskipun ada orang lain yang menghalangi atau suasana sangat gelap.
Pengambilan gambarnya bahkan akan tetap dinamis. Sensor full-frame kamera ini sangat bersih dari bintik-bintik hitam bahkan saat pria itu mengubahnya menggunakan ISO tinggi. Warna kulit orang di pesta akan tetap terlihat alami, bukan pucat atau keunguan. Mustahil jika semuanya jadi sekacau ini dan Amani hanya terdiam.
“Itu karena gelombang elektromagnetik,” dan mereka melihat adanya simbol-simbol seperti apel, delima, dan lilin hitam yang sebagai perlindungan diletakkan di altar sebagai bentuk penghormatan. Setelahnya mereka berlanjut pada ritual pelepasan, sebagai penanda tahun baru, para peserta sering mengikuti ritual pelepasan tersebut untuk membuang beban dari tahun sebelumnya. Untuk menerima perubahan dan melambangkan kematian dari hal-hal lama untuk memberi ruang bagi kelahiran baru di tahun yang akan datang.
Setelah Julian merasa sedikit kesal dengan rekamannya, dia melihat Carlo yang mengurus sesi penutupan dengan makan malam yang dilakukan dalam keheningan total untuk memberi kesempatan bagi roh-roh yang hadir berkomunikasi melalui intuisi atau energi. Tentunya ini adalah waktu terbaik untuk meramal masa depan menggunakan kartu tarot, cermin, atau bola kristal karena koneksi ke dunia roh sedang kuat-kuatnya.
“Ini melelahkan." gumam Amani saat melihat ritual yang diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada para roh dan elemen alam yang telah hadir. Lingkaran energi kemudian dibuka kembali, menandai dimulainya lembaran baru bagi para penyihir di tahun yang baru.
"Kenapa mereka masih menggunakan kostum sialan itu?” Julian masih saja menggerutu karena bukti diluar nalarnya kacau.
“Ju? Kau emosional malam ini." gadis itu sedikit menggodanya.
"Persetan dengan sihir, aku hanya akan fokus dengan ramuan.” dan Julian mengernyit setelah menyimpan kameranya lagi dalam ransel khususnya.
Amani mengedikkan bahunya tak peduli, dia tahu ini adalah krisis bagi Ilmuwan Sains sepertinya. Dia berjalan meninggalkan Julian dan menghampiri Carlo, pria itu tidak ingin tertinggal dengan sajian yang Kim rencanakan secara bulat-bulan. Padahal dia sendiri yang membawa seluruh persediaan stok makanan namun Carlo harus mencobanya.
Sebenarnya dia hanya ingin kembali ke toko pasokan metafisika dan bermain Sonic the Hedgehog dengan perasaan nyaman. Namun sepertinya ibunya mulai kacau, dia tidak tahu jika Kim bisa sangat antusias. Mungkin itu karena dia adalah pewaris toko pasokan metafisika yang diturunkan langsung oleh Christian Day dan Brian Cain. Pada akhirnya Julian juga tetap menyusul walau wajahnya tak kalah kacau dengan gadis itu yang sangat nampak kelelahan. Ini hari puncak Oktober paling berat, dan sebentar lagi akan memasuki November, dimana puncak musim gugur akan terasa kentara.
▪▪▪
Glossary; Samhain adalah festival rakyat Gael yang menandai akhir musim panen dan awal musim dingin. Oversampled dari 6K informasi lanjutannya adalah sebuah teknik pemrosesan video di mana sensor kamera menangkap informasi gambar beresolusi tinggi 6K dan kemudian downsample atau disebut juga menurunkan skala data tersebut menjadi resolusi yang lebih rendah, umumnya 4K misalnya 3840 x 2160.

jadian laa🫦
BalasHapus