Langsung ke konten utama

Chapter 9 - Misfortune

There’s where a places of the heir to a metaphysical supply store must come to terms with the existence of modern witches.


-


SAAT retina coklat gelap gadis itu membuat pupilnya melebar, dia merunduk di antara batu ampar yang berwarna jingga memenuhi Essex Street dimana para turis masih merasakan sensasi jejak Halloween sebulan lalu. Akhir November sangat dingin, dan Jumat pagi ini juga dia baru kembali dari pemakaman Greenlawn Cemetery. Tersangkut di jalanan setapak dengan seekor kucing hitam kecil yang memburu tikus yang tidak kalah kecil. 

Membuatnya mengamati secara dekat, dan tikus itu terlihat sedikit berisi dengan perut besarnya. Dia mungkin memakan banyak malam ini, dan mungkin karena beberapa kali kucing takut dengan tikus. Mereka seperti hanya membutuhkan teman bermain namun tikus kali ini terlihat emosional dimata Amani. Dia mulai merasakan rintik hujan menerpa kepalanya dan itu membuat mereka pergi ke gang sempit di dekat ruko-ruko. 

Hela napasnya terdengar sayup, dan seseorang sedang memberikannya sebuah payung hitam sembari berdiri di belakangnya. Salah satu pelanggannya yang selalu berpakaian seperti pengurus pemakaman di Greenlawn Cemetery, tapi dia terlihat berbeda. Dengan garis mata tipis, dan rahang tegas itu mengingatkannya dengan pria Jepang. Hanya saja, dia terlihat seperti setengah Amerika, gadis itu mengabaikannya dan berjalan mendahuluinya. 

Ibunya telah menggantikannya di meja kasir, dan dia harus melupakan bagaimana beranda Sonic the Hedgehog tidak sempat dia buka hari ini karena kesibukan hari Jumat. Mereka tidak benar-benar berniat saat membahas kematian Christian Day dan Brian Cain, selalu pada akal yang normal dan praduga sewajarnya saat penyihir modern meregang nyawanya. 

Saat itu dia melihat pemburu Salem Witches' Lust Spell Cord, wanita yang setiap hari berkunjung dan terus mencari pria yang akan dia ajak untuk menuntaskan nafsunya. Sesama penganut sementara dunia magis. Hanya karena tali mantra itu sedang kehabisan stok. Mereka membicarakannya karena Carlo tahu Amani sangat sensitif, namun sepertinya wanita itu tidak habis cara dengan mencari kedekatan dengan Julian yang terlihat mulai memasang raut suramnya. 

Diluar hujan pagi kali pertamanya dan setelah beberapa hari hanya berawan. Sepatu boots kainnya terkena lumpur dan meninggalkan jejak tanah merah di ubin kayu toko pasokan metafisika tersebut. Pria yang baru menutup payungnya dan meletakkannya di teras toko kini telah masuk. Pria itu menyapa Kim dengan ramah, dan dia adalah pelanggan tetap lainnya dalam urusan trik sulap. 

Yutani Keshi, pindah dari Osaka dan memilih pergi ke Salem karena kultur sihirnya yang masih kental. Dia menyukainya karena itu hanya salah satu budaya bukan yang lain. Termasuk keberadaan gadis berdarah Vietnam itu yang membuatnya tertarik. Dia hampir melihatnya beberapa kali secara acak di luar pertemuannya ke toko. 

Tapi Amani tidak mengingat siapa saja yang lewat disampingnya karena banyak turis lokal atau mancanegara yang hanya fokus dengan hiruk-pikuk kehebohan Halloween. Pria itu meninggalkannya pada bagian rak buku dan kali ini dia tertarik dengan Large Flying Dragon Journal in Purple. Amani yang mengambil beberapa buku mantra di gudang persediaan dan berniat memasangnya, kini menatap heran Keshi. 

“Aku tidak ingin topi penyihir atau kartu lagi,” dia membaca sampul motif naga terbangnya. "Aku ingin tahu tentang instruksi mantra, hasil ramalan, atau catatan perjalanan spiritual harian.” dan gadis itu mengangguk berusaha memahaminya. 

"Ya? Kau ingin menjadi praktisi sihir juga?" gadis itu meletakkan buku mantra terakhirnya lalu melipat tangannya di bawah dadanya dengan keheranan. 

Keshi melihat dari sudut matanya saat seorang pria sedang berjalan ke arahnya dan kini telah berdiri tepat di belakang Amani. “Apa?" itu terdengar sedikit ketus. 

"Tidak, tidak. Maksudku dia masih,” Amani sedikit menurunkan bibirnya dan melihat bagaimana Arabella menyusulnya dan membuat seluruh lorong rak buku pengap. Pria itu kelihatannya tidak terlalu menyukai keberadaan Keshi yang menyita waktunya untuk berbicara panjang lebar. 

“Lakukan prabayar dengan ibuku ke kasir, kita bisa bahas rencanamu menjadi praktisi sihir. Aku memiliki beberapa kenalan senior.” usul Amani setelah berjalan pergi meninggalkan pria tersebut. 

Meninggalkan Arabella yang akhirnya diam di rak buku bersama Keshi. Karena Julian terus mengikuti Amani yang kini pergi ke gudang persediaan. “Kenapa kau membuntutiku?" gerutunya dengan sarkas. Julian kini bersandar di meja tempat dimana tumpukan boneka dan poppet yang terbuat dari kain ataupun lilin bahkan ada juga tanah liat. 

Dia menatap tidak suka Amani yang nampaknya tetap sibuk dengan barang-barangnya. Julian merasa jika dia yang memakan permainannya sendiri dan membuat hubungan mereka yang seumur jagung itu sangat kacau. 

"Maaf,” hanya itu dan Amani berhenti dengan kesibukannya. Dia mendengarkan suara bass Julian di gendang telinganya dan sensasi asingnya sampai membuat bulu kuduk Amani meremang. Tetap saja pria tersebut selalu memberikan rasa asing tersebut. Tatapan sayu yang menghanyutkan setiap kali orang dengan lancangnya berani bertukar pandang. Maupun ketika pria itu tersenyum dengan bibir penuhnya yang merah darah. 

Tidak membuat kulit eksotisnya jadi buruk, dia juga selalu hebat dengan setelan jaket denim hitam senada dengan celana denimnya. Bahkan Julian masih memastikan sepatu kets Mid-Top hitamnya tetap terlihat kasual. Ini adalah siksaan batin bagi Amani jika harus memiliki pria yang berpenampilan sederhana namun juga sangat keren. Jumat ini adalah hari paling sial baginya, dia harus mendapatkan banyak hal tidak terduga lainnya. 

Ju, astaga." dan Amani mendekapnya sangat erat, membuat Julian membalas pelukannya. Aroma buah yang cerah dan dasaran kayu yang hangat selalu membuat Amani tidak bisa untuk mengendalikan diri kecuali menenggelamkan wajahnya di pundak Julian. 

-

Tepat seperti apa praduganya ketika dia harus menemui beberapa praktisi sihir yang mencurigakan. Tapi wanita yang disebut sebagai Euni Morrow itu sangat baik dan tidak terlihat membuatnya membenci hari Jumat ini semakin parah. Dia tidak terlalu suka hujan, dia benci pengoleksi tali mantra dan dia benci ketika seseorang yang penasaran dengan sulap tiba-tiba jadi penyihir dadakan. Maupun saat paginya kacau karena kucing hitam di jalanan kabur dengan tikus karena ada hujan. 

Masih ada hal lain, dan termasuk saat dia tidak bisa menyentuh komputer dan mesin kasir yang beraromakan dolar. Ini adalah penyiksaan secara batin, lalu sekarang dia di buntuti oleh The Mushroom Witch, seorang praktisi penyihir, seniman, dan herbalis yang berbasis di Salem sekaligus rekan Christian Day dan Brian Cain. Wanita itu menggabungkan kecintaannya pada alam dengan praktik spiritual melalui berbagai kegiatan edukasi dan kreatif yang berfokus pada ekosistem hutan dan mikologi. Sekarang wanita itu selalu dikenal dengan topi khasnya dan potongan pendeknya seperti Kim. 

“Bella adalah penulis,” dan dia harus berhenti meletakkan beberapa suvenir di rak dekat meja kasir. Dia menoleh, ibunya tetap dengan kesibukannya mengurus gmail dan pelanggan yang melakukan transaksi. “Kau tertulis indah di dalamnya, itu ciri khas rasa benci. Dia ingat kau," namun gadis tersebut tidak benar-benar mengurus keberadaan Arabella yang mengganggu bahkan dari kedatangan awalnya. 

"Kau mungkin tidak bisa kembali lagi ke dunia normalmu,” Amani membanting ranjangnya. Dia membuat beberapa orang menoleh termasuk Kim yang mengernyit tidak suka akan sikapnya. 

Gadis itu tidak pernah menunjukkan sikap itu, dia hampir tak memiliki emosinya kembali sejak waktu dimana dia lepas kendali. Namun Euni berhasil menghancurkannya, dia membuatnya marah dengan wajah yang merah padam. Dia membuat gadis itu seperti orang kerasukan. 

“Aku hanya penjaga toko metafisika,” Amani menjilat bibir bawahnya yang terasa kering. 

"Aku hanya mengurus toko ini, tidur, pergi ke makam setiap Jumat. Pergi melakukan sembahyang tiap Sabtu malam dan Minggu pagi.” tidak ada hal lainnya yang menyenangkan kecuali pergi mencari persediaan secara mendadak. Carlo baru masuk, dengan kardus kecil berisikan tumpukan Mojo Bag

"Pesanan lengkap, dan tali mantra juga sudah datang!” seru Carlo, membuat gadis tersebut mengangguk dan pergi meninggalkan Euni yang kini bertukar pandang dengan Kim. Carlo mengernyit bingung, dia memunguti suvenir yang jatuh sembari memasangnya pada rak. Dia selalu datang diwaktu yang tidak tepat, atau terlambat. 

Itu hanya karena Amani adalah gadis yang benar-benar melepaskan kehidupannya. Dia tidak berniat untuk mendapatkan hari Jumat yang sial itu dengan membuka kisah lama kelamnya. Waktu itu mungkin saat dia berada di Hanoi, dan dia melihat Arabella dengan tabiat angkuhnya. Namun walau mereka melupakan identitasnya satu sama lain, Amani tak merasa harus mengingat hal yang dia lupakan. 

Sekarang dia hanya penjaga mesin kasir, putri Kim Rhodes yang mendapatkan warisan dari temannya untuk mengurus Hex Old World Witchery, jadi dia melupakan dirinya di masa itu. Tidak ada serpihan ingatan mengerikan waktu itu yang ingin gadis tersebut ingat, dia tidak seorang pendosa dan masih berada di sekolah menengah. 

Dia tidak tahu menahu bagaimana itu dunia kepenulisan seorang remaja di Hanoi, waktunya hanya selalu habis dengan pergi ke kuil. Gadis itu enggan membayangkan jika kotanya yang penuh penghijauan atau murni ternyata memiliki remaja kurang kerjaan seperti mereka. 

Amani hanya membawa nama Lục sebagai satu-satunya jejak dia adalah anak yang pernah mengenang sosok ayahnya. Pria baik hati yang membuat Kim tinggal di Hanoi, namun dia melupakan seluruh kejadiannya ketika tinggal di Hanoi. Karena dia menyukai bagaimana mereka mulai menyesuaikan diri di Salem atau saat ibunya sempat membawanya ke Los Angeles, California saat mengunjungi nenek mereka waktu itu. Mungkin saat dia sempat menjadi imigran tetap pada kota Portland. 

“Apa putrimu sungguh jadi seorang gadis yang membosankan?" keluh Euni. Kim hanya mengedikkan bahunya tidak peduli. Memang pada kenyataannya Amani hanya melakukan seluruh kegiatan monoton tersebut. 

▪▪▪

Glossary; Poppet sihir adalah boneka kecil berbentuk manusia yang dibuat dari kain, tanah liat, atau lilin, digunakan dalam sihir simpatik untuk mewakili seseorang. Sepatu kets mid-top adalah jenis sepatu kets sneakers yang memiliki potongan kerah atau lubang sepatu setinggi pergelangan kaki. 


Komentar

  1. kehidupan tenang yg bikin muak, hm🥲 trs milih jd penjaga toko dgn kehidupan hedon😭 ege bgt amani tuhan😭

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Friday Call'in - Attention

A first book by Strawth Berries , with the title Friday Call'in . © 2026.  - Daftar Pustaka;  site; Hex: Old World Witchery/hexwitch.com.  site; Wikipedia/id.wikipedia.org. site; FLASHCORE/flashcore.co.id. Jonathan Black, © 2007, The Secret History of the World, written in English by Mark Booth, Published by Quercus Publishing in the UK.  site; Yelp/m.yelp.com site; June Andrea, blogger, © 2026, Next Smart Ship, Everything You Should Know About Manufacturer Vs Supplier, nextsmartship.com.  site; Alodokter/alodokter.com.  site; Tod Perry, blogger, © 2025, Fall is the best-smelling season. Naturalists reveal why it’s such a delight for the sense, upworthy.com.  site; Charu Perfumery House, blog, © 2025, The Science Behind Why Some Incense Sticks Don’t Smell Good, charustore.com.  site; Mary Shannon, blog of Adams Media Corporation, © 2010, The Witch's Book of Love: Hundreds of Magical Ways to Attract and Strengthen Love, alinono.az.com.  site; ...

Chapter 10 - Exhaustive

There’s where a places of the heir to a metaphysical supply store must come to terms with the existence of modern witches. - JENDELA dengan gorden putih berenda itu tertiup angin segar embun esok hari, bohlam jingga kamarnya telah padam saat itu. Haya sorot kecil dari lampu jalanan nampaknya remang-remang. Dia masih mencium aroma musim gugur, tapi beberapa waktu lalu aroma itu diselimuti dengan wangi herbal yang maskulin muncul dari sage, juniper berries , dan geranium. Itu membuatnya merasakan kantuk semakin dalam, dia tidak ingin bangun dan teringat kejadian kemarin.  Julian selalu meninggalkan kesan hangat dan elegan dari amberwood , tonka bean , atau cedar, dan vetiver , maupun olibanum . Tangan yang sesekali mengusap ubun kepalanya pada akhirnya membuat Amani membuka kelopak matanya. Dia menatap pria bersurai afro itu dengan lelah, sedari awal Julian ingin Amani yang membicarakan seluruh bebannya dengan tuntas.  Ada percikan kecil ketika rasa yang lama telah sirna hidup ...